Senin, 09 Januari 2012

# TELUR AYAM YANG MENETAS #

Kejadian 2:8-14.
Telur ayam adalah salah satu bahan makanan yang disukai oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek. Telur ayam bergizi tinggi, mengandung banyak protein. Namun, telur ayam hanya berguna sampai disitu kalau hanya tetap menjadi telur. Berbeda dengan telur ayam yang menetas, kegunaanya akan terus berkesinambungan. Jika menetas menjadi ayam jantan, dia bisa menjadi ayam pejantan. Jika menetas menjadi ayam betina, dia akan menghasilkan telur-telur yang lain. Tetapi untuk bisa jadi penetasan itu, ada “satu tokoh penting” yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu induk ayam. Ada baiknya kita memberikan perhatian sejenak kepada proses penetasan itu.


Induk ayam harus bersedia mengerami telur-telurnya. Dia harus mengalahkan segala keinginannya.Dia tidak bisa seenaknya sendiri melakukan kegiatan. Bahkan untuk makan, minum dan membersihkan diri pun, dia tidak bisa melakukannya. Puasa yang dia lakukan adalah untuk menjaga suhu badannya supaya tidak berubah-ubah, sebab kehangatan yang stabil sangat diperlukan untuk bisa membuat telur-telur itu menetas dengan baik. Dia pun harus “puasa” dari goidaan ayam jantan yang akan mengajaknya untuk bersenang-senang. Ini bukan hal yang mudah, induk ayam itu sabar  menunggu menetasnya telur-telur tersebut sampai 21 hari lamanya. Kalau hanya sehari dua hari dierami, maka telur-telur itu tidak akan menetas, bisa-bisa malah membusuk. Bukan hanya itu, induk ayam itu harus memberikan perhatianpenuh kepada telur-telur yang dieraminya. Dia harus memastikan bahwa semua telur-telur dan bagian telur-telur itu mendapat kehangatan yang sama selama masa pengeraman. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah dia akan menjaga telur-telur tersebut  sedemikian rupa sehingga tidak diambil atau dirusak oleh pihak lain. Jangan coba-coba mengambil telur-telur yang sedang dierami itu, sebab induk ayam akan mematuk siapa saja yang mendekatinya. Dengan segala kekuatan dan kemampuannya, dia akan terus melindungi telur-telurnya dari ancaman “musuh”.

Fakta pengeraman telur oleh induk ayam sampai menetas ini bisa menjadi gambaran tentang terlahirnya sebuah karya yang berguna, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Tidak ada karya agung yang dihasilkan secara instant. Orang harus dengan sabar menunggu waktunya. Bukan hanya sabar, tetapi dia juga harus fokus kepada apa yang sedang dikerjakannya, supaya setiap bagian dari pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik. Untuk bisa seperti itu perlu ada pengorbanan, yaitu dengan mengendalikan diri untuk tidak menuruti keinginan daging yang bisa mengalihkan perhatian kepada hal yang lain. Apapun yang berusaha merusak pekerjaannya, akan dihadapi dengan sekuat tenaga. Dia tidak akan mudah putus asa dan menyerah pada keadaan. Mari kita berupaya sedemikian rupa untuk bisa menghasilkan karya yang bisa dinikmati banyak orang.

Karya yang besar dihasilkan dari tangan yang rajin, jiwa yang kokoh, dan hati yang taat pada hal yang benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar