Monday, January 9, 2012

ILUSTRASI KERANG

Waktu kerang mencari makan,ia akan membuka cangkang penutup badannya.Buka,tutup,buka, tutup.

Suatu hari disaat cangkang seekor kerang muda terbuka, sebutir pasir masuk ke dlm cangkang kerang itu.Sang kerang muda menangis sambil memanggil ibunya.

"Bu,sakit bu,ada pasir masuk ke dalam tubuhku". Sang ibu menjawab:"Sabar ya nak,jangan pedulikan sakit itu,bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yg menyakitimu itu".

Kerang muda pun menuruti nasihat ibunya.Ia menangis,tapi air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yg masuk ke dalam tubuhnya.

Hal itu terus menerus dia lakukan.Dgn baluran air mata itu,rasa sakitnya pun berangsur berkurang bahkan hilang sama sekali.

Beberapa saat kemudian,kerang² itu dipanen. Kerang yg ada pasirnya dipisahkan dari kerang yg tdk ada pasirnya.

Kerang tak berpasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi 'kerang rebus'.Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih mahal.

Mengapa begitu?
Karena butiran pasir berbalut air mata yang ada di dalam kerang itu telah berubah menjadi Inti Mutiara.

Sama dengan kita,bila dlm hidup ini kita tak pernah ditempa oleh kesulitan maka kita tdk akan punya nilai tinggi dan akan bernasib seperti kerang rebus yang dijual secara obral di pinggir jalan.

Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi tiap kesulitan bahkan mampu memberi manfaat pada orang lain ketika kita mendapat kesulitan,kita akan menjadi kerang Mutiara yg sangat dibutuhkan orang dan yg kita hasilkan juga dipakai oleh orang² terhormat.

HIDUP ADALAH PILIHAN.
Anda boleh memilih menjadi kerang rebus atau Mutiara atau hanya sebutir pasir yg bikin air mata mengalir ??

Dan ...
Sukses itu ternyata sering harus diawali dengan air mata.Apabila kesuksesan itu menghampiri kita, janganlah menjadi orang yg sombong.Hidup itu bak roda yg berputar. Ingat!! Bahwa masih ada langit di atas langit.

# TELUR AYAM YANG MENETAS #

Kejadian 2:8-14.
Telur ayam adalah salah satu bahan makanan yang disukai oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek. Telur ayam bergizi tinggi, mengandung banyak protein. Namun, telur ayam hanya berguna sampai disitu kalau hanya tetap menjadi telur. Berbeda dengan telur ayam yang menetas, kegunaanya akan terus berkesinambungan. Jika menetas menjadi ayam jantan, dia bisa menjadi ayam pejantan. Jika menetas menjadi ayam betina, dia akan menghasilkan telur-telur yang lain. Tetapi untuk bisa jadi penetasan itu, ada “satu tokoh penting” yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu induk ayam. Ada baiknya kita memberikan perhatian sejenak kepada proses penetasan itu.

# CHRIST OF THE ANDES #

Yesaya 9:5 Matius 5:9.

Christ of the Andes adalah lambang yang mengesankan untuk sebuah perdamaian.Suatu kali, negara Chile dan negara Argentina bermusuhan. Pertempuran sengit di antara kedua negara itu pun tidak bisa dihindari lagi.Setiap hari yang terdengar hanyalah bunyi letusan senjata. Letih dan bosan menghinggapi rakyat di kedua negara itu, terutama pasukan tempurnya.Hingga pada suatu saat timbul keinginan dari mereka untuk hidup berdampingan dengan damai. Kemudian perwakilan dari kedua negara tersebut naik ke Gunung Andes yang menjadi tapal batas kedua negara itu.Di sana mereka mendirikan sebuah patung Kristus yang sangat besar dengan tangan kananNya terbuka dan tangan kiriNya memegang salib. Mereka membuat perjanjian damai dan menuliskannya dibawah patung tersebut.Bunyinya, “Dengan segera gunung ini akan remuk menjadi debu ketika Argentina dan Chile melanggar perjanjian damai di kaki Kristus Sang Penebus.” Di samping kanan patung itu terdapat bendera negara Argentina dan di samping kirinya ada bendera negara Chile.Gunung yang tingginya mencapai 4.200 meter di atas permukaan laut itu telah menjadi saksi bisu turunnya damai bagi negara Argentina dan negara Chile. Seluruh rakyat dari kedua negara itu menghargai perjanjian damai tersebut dan berusaha mewujudkannya sampai sekarang.Suatu kesaksian yang indah!

Saturday, January 7, 2012

#BATU MENJADI MUTIARA#


Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. (Yesaya 60:17)
 
Dongeng anak-anak tentang “Si Katak dan Pangeran  yang Tampan” mengisahkan tentang seorang pangeran yang melakukan kesalahan sehingga ia harus menerima kutuk. Kutuk tersebut akan berakhir, jika ia berjumpa dengan seorang putri yang dapat mencintainya, maka iapun akan berubah kembali menjadi pangeran yang tampan. Demikian pula dengan kisah seekor angsa yang buruk rupa mejelma menjadi putri yang cantik. Dan juga kisah “Beauty and the Beast”.

Dongen anak-anak ini menanamkan sebuah kebenaran bahwa kutuk akan menjadikan diri kita menjadi “si buruk rupa”. Hanya kasih sejati yang dapat membebaskan kita dari segala kutuk yang menjadi pangkal penyebab darri gersang dan tandusnya kehidupan kita. Kasih setia Tuhan yang besar, sanggup untuk membawa kita dari kutuk kepada berkat, dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, dari Neraka kepada Sorga, dari kematian kepada kehidupan, dari dunia kepada salib Kristus. Yang kita perlukan hanyalah mempercayakan dan memberikan seluruh hidup kita ke dalam tangan kasih Tuhan, maka akan ada satu daya yang bekerja untuk mengubahkan hidup kita. Mengubahkan hidup kita yang sia-sia dan tak berarti menjadi indah, mulia, dan berharga, sehingga kehidupan kita dapat diumpamakan sebagai sebuah batu tak bernilai menjadi mutiara tak ternilai di tangan Tuhan.
 

Wednesday, January 4, 2012

#MUMPUNG MASIH MUDA#

Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam (Mazmur 90:4)
 
 
Andai seseorang bertanya, "Kapan Anda akan mati?", apa jawaban
Anda? Ini pertanyaan yg sulit. Banyak orang meninggal di usia tua,
tetapi tdk sedikit juga yg meninggal di usia muda, bahkan
kanak-kanak. Kematian memang bisa menjemput manusia kapan saja,
sesuai waktu Tuhan. Walaupun demikian, ternyata ada banyak orang
yg tidak mau berpikir mengenai kematian. Hal-hal yg berbau
kematian kerap dibuang jauh-jauh dari pikiran. Dianggap tabu utk
dibicarakan. Ini memang ironi. Akibatnya, sebagian dari kita
kemudian tdk berpikir: "Bagaimana saya mempersiapkan kematian?",
"Mau ke mana saya setelah mati?" Sebaliknya, lebih kerap berpikir:
"Selagi masih muda, nikmatilah hidup", "Apa lagi yg harus saya capai di hidup ini?"